Kota kecil Hum di Kroasia berhasil menarik perhatian dunia dengan pesonanya yang unik. Berusia hampir seribu tahun, kota ini tidak lebih besar dari sebuah lapangan sepak bola, namun menyimpan berbagai keindahan dan sejarah yang menarik untuk dijelajahi.
Terletak di perbukitan Istria yang indah, Hum menawarkan pemandangan luar biasa dari hutan sekelilingnya. Kecantikan alam ini menjadikan Hum bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga destinasi wisata menarik.
Kota Terkecil di Dunia dengan Sejarah Panjang
Hum pertama kali disebutkan dalam catatan sejarah pada tahun 1102 dengan nama Cholm. Pembangunannya diinisiasi oleh Pangeran Ulrich I yang membangun kastel serta pemukiman di dalam tembok kota.
Keberadaan tembok pelindung dari abad pertengahan semakin menambah kesan bersejarah kota ini. Di tengah kota, terdapat struktur arsitektur kuno yang masih terjaga hingga kini.
Dengan ukuran hanya 100 meter x 30 meter, Hum sering disebut kota terkecil di dunia. Sensus terakhir menunjukkan bahwa hanya ada sekitar 30 jiwa yang menghuni kota yang penuh pesona ini.
Meskipun kecil, Hum memiliki dewan kota dan gereja paroki yang berdiri anggun. Gereja ini, yang didedikasikan untuk Maria Diangkat ke Surga, dibangun pada tahun 1802, menambah nuansa spiritual di kota ini.
Terdapat juga museum yang menyimpan khazanah budaya, termasuk hiasan dinding Glagolitik yang merupakan salah satu contoh tertua alfabet Slavia. Hal ini menunjukkan betapa kayanya budaya dan sejarah kota Hum.
Kebudayaan dan Tradisi yang Masih Terjaga
Hum dikenal dengan pelestarian adat istiadat masyarakatnya. Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah Hari Hum, yang dirayakan pada 11 Juni dan sekaligus menjadi hari pemilihan wali kota. Perayaan ini menjadi ajang berkumpulnya warga dan para pengunjung.
Hidangan lokal yang ditawarkan pun sangat menarik, menyajikan cita rasa khas Istria. Para wisatawan bisa mencicipi sup sayur Istria dan pasta dengan saus daging sapi yang kaya rempah.
Salah satu hidangan khas adalah ombolo, daging babi asap yang sangat menggugah selera. Selain itu, sosis lokal dan sauerkraut juga menjadi bagian dari pilihan kuliner yang dapat dinikmati pengunjung.
Biska, minuman khas Hum, terbuat dari brendi anggur fermentasi dan berbagai herba obat, juga layak untuk dicoba. Minuman ini memiliki tradisi panjang yang bermula dari ajaran para druid Celtic dan menjadi ikonik dari kota ini.
Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhkan oleh makanan, tetapi juga dengan keramahan warga lokal yang siap membagikan cerita dan pengalaman mereka. Ini menjadi daya tarik yang tak bisa dilewatkan saat mengunjungi Hum.
Panduan Wisata ke Kota Hum yang Menarik
Bagi yang ingin berkunjung ke Hum, menyewa mobil pribadi adalah pilihan terbaik mengingat terbatasnya transportasi umum di Istria. Dengan menyewa mobil, pengunjung dapat lebih leluasa menjelajahi keindahan di sekitar kota.
Biaya parkir di Hum pun terjangkau, hanya sekitar 3 euro untuk sehari penuh. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati semua yang ditawarkan Hum tanpa perlu khawatir tentang biaya tambahan.
Selama berada di Hum, jangan lupa untuk menjelajahi setiap sudut kota kecil ini. Keindahan pemandangan dan bangunan bersejarah menjadi kombinasi sempurna untuk dijadikan latar belakang foto.
Wisatawan juga disarankan untuk menjaga kebersihan dan menghormati budaya lokal selama berkunjung. Sikap saling menghormati akan membuat pengalaman berwisata menjadi lebih berarti.
Dengan pesona dan kekayaan budayanya, Hum tetap menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik untuk dijelajahi. Bagi pecinta sejarah dan budaya, Hum adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan pengalaman unik.














