PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau yang lebih dikenal dengan BRI, berkomitmen untuk memperkuat perannya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Dengan meluncurkan platform LinkUMKM, BRI berusaha memberikan akses yang lebih luas bagi lebih dari 13,6 juta pelaku UMKM, sehingga mereka dapat memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses naik kelas.
LinkUMKM tidak hanya sekadar platform digital. Aplikasi ini telah berkembang menjadi wahana pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan daya saing UMKM di seluruh tanah air, menyediakan enam fitur utama yang bermanfaat dalam menunjang pengembangan usaha.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa pengembangan LinkUMKM dilatarbelakangi oleh kebutuhan pelaku UMKM yang membutuhkan akses informasi pasar. Dengan inisiatif ini, BRI berupaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendukung visi Presiden dalam membangun ekonomi yang berdikari.
Menggali Potensi LinkUMKM untuk Pelaku UMKM di Indonesia
Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka. Platform ini dirancang untuk menjawab tantangan utama yang dihadapi pengusaha UMKM, terutama terkait keterbatasan akses informasi dan dukungan yang sesuai dengan tahap perkembangan usaha.
LinkUMKM memiliki berbagai fitur yang terintegrasi, mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha secara menyeluruh. Dengan menikmati pelatihan daring, praktisi UMKM dapat mempelajari materi yang disusun berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan, sehingga pembelajaran menjadi lebih aplikatif.
Salah satu fitur unggulan dari platform ini adalah UMKM Smart. Fitur ini memberikan rekomendasi pengembangan usaha secara spesifik berdasarkan hasil penilaian mandiri dari pelaku UMKM. Rekomendasi ini memudahkan pelaku usaha untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan jenis usaha mereka.
Fitur Kunci dalam LinkUMKM dan Manfaatnya bagi Pengusaha
LinkUMKM juga menawarkan fitur Self-Assessment Naik Kelas yang membantu pelaku usaha mengenali kapasitas bisnis mereka dengan menggunakan sistem penilaian digital. Dengan hasil penilaian tersebut, peserta memperoleh rekomendasi pelatihan berdasarkan tingkat kematangan usaha mereka.
Pelatihan yang ditawarkan tidak terbatas pada pengembangan kompetensi teknis saja. LinkUMKM menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan, mencakup materi nonteknis yang penting untuk membantu pelaku usaha mengelola bisnis mereka dengan lebih profesional dan berkelanjutan.
Tentunya, keberadaan akses kedalaman ini memberikan peluang bagi UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan pasar yang sangat cepat. Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen, UMKM harus senantiasa meningkatkan wawasan dan keterampilan mereka agar tetap relevan.
Strategi BRI dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM Melalui Digitalisasi
BRI berencana untuk terus memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha dengan menyediakan akses pembelajaran, pendampingan, serta akses pasar yang sinergis. Melalui ekosistem digital, BRI bertujuan mendorong UMKM agar lebih adaptif dan berdaya saing dalam perekonomian global.
Akhmad menekankan bahwa proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan. Dengan pendekatan digital yang lebih inklusif, setiap pengusaha diajak untuk memahami posisi dan potensi bisnis mereka secara komprehensif.
Kehadiran LinkUMKM menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di Indonesia. Dengan dukungan ini, diharapkan para pelaku usaha dapat memanfaatkan potensi penuh mereka, sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.














