Rumah yang telah lama menjadi tempat tinggal aktor senior Diding Boneng di Matraman, Jakarta Pusat, tiba-tiba roboh menjelang akhir tahun 2025. Kejadian ini membuat Diding dan keluarganya terpaksa mengungsi dan mencari tempat tinggal sementara.
Menurut Diding Boneng, rumah peninggalan kakeknya itu sudah ada lebih dari seratus tahun dan tidak pernah mengalami renovasi struktural yang berarti. Ia mengungkapkan rasa prihatin atas kondisi rumahnya yang sudah sangat tua dan adalah hasil warisan keluarga selama beberapa generasi.
“Rumah ini sudah lebih tua dari saya, dan umur saya sekarang 75 tahun,” jelas Diding saat ditemui baru-baru ini. Ia mengakui bahwa kondisi bangunan tersebut sangat memprihatinkan dan menjadi faktor penyebab utama robohnya rumah tersebut.
Deskripsi Keruntuhan dan Keadaan Setelahnya
Diding menceritakan bagaimana kejadian tersebut berlangsung sangat mendadak. Saat ia keluar rumah, tidak ada tanda-tanda yang mencolok, dan baru mengetahui rumahnya roboh sekitar 20 menit kemudian saat ia kembali.
Pascakejadian, Diding dan keluarganya terpaksa berpindah-pindah untuk mencari tempat beristirahat. Pengurus warga setempat menyediakan kantor RW sebagai tempat tinggal sementara, meskipun itu bukan solusi permanen.
“Saya tidur di kantor RW selama dua malam, kemudian semalam saya tidur di rumah teman karena diundang,” tuturnya. Keadaan ini tentunya membuat Diding dan keluarganya merasa sedikit tenang namun tetap dalam kondisi yang sulit.
Perasaan dan Harapan Diding Boneng
Kehilangan rumah adalah momen yang sangat menyakitkan bagi Diding dan keluarganya. Mereka merasakan kesedihan mendalam, namun harus tetap bersabar menghadapi kenyataan pahit ini.
Diding mengungkapkan, “Keluarga tentunya merasa sedih, tetapi kami tidak bisa berbuat banyak.” Keterbatasan finansial juga menjadi penghalang bagi mereka untuk menemukan tempat tinggal yang layak.
Kendati begitu, Diding tetap berharap adanya bantuan dari teman-teman dan orang-orang yang peduli. Ia meyakini bahwa bersama-sama mereka dapat mengatasi kesulitan ini dan berusaha untuk bangkit kembali.
Pentingnya Bantuan untuk Membangun Kembali
Diding sangat menyadari bahwa biaya untuk membangun kembali rumahnya yang roboh tidaklah sedikit. “Kebutuhan dana sangat besar dan tidak mungkin saya tanggung sendiri,” ujarnya dengan nada melankolis, tetapi tetap penuh harapan.
“Saya sangat berterima kasih atas respon cepat dari rekan-rekan artis dan berbagai instansi pemerintah yang telah menawarkan bantuan,” lanjutnya. Hal ini memberikan harapan baru bagi Diding dan keluarganya untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Penggalangan dana dari teman-temannya yang berada dalam industri hiburan dan juga sumbangan dari lembaga sosial menjadi dorongan semangat bagi keluarga Diding dalam menghadapi musibah ini.
Respon dari Lembaga Sosial dan Pemerintahan
Selain bantuan dari rekan-rekan sejawat, Diding juga menyebutkan adanya dukungan dari lembaga pemerintahan. “Kami mendapatkan bantuan dari Baznas dan kementerian sosial,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Diding merasa sangat terbantu dengan adanya berbagai inisiatif dari masyarakat dan pemerintah terkait bencana yang dialaminya. “Alhamdulillah, sedikit demi sedikit bantuan datang, sehingga kami bisa memiliki harapan untuk membangun kembali,” tambahnya.
Pentingnya sinergi antara masyarakat, artis, dan lembaga pemerintah inilah yang menjadi landasan untuk membantu keluarga Diding dalam situasi yang sulit ini. Saat saling membantu, harapan untuk bangkit kembali akan terasa lebih nyata.














