Tahun Baru 2026 memberikan sorotan istimewa bagi industri perfilman di Indonesia, dengan film-film baru yang menghiasi layar lebar. Salah satu yang paling menonjol adalah Avatar: Fire and Ash, yang berhasil meraih lebih dari 5 juta penonton pada hari pertama tahun baru ini.
Pencapaian luar biasa ini tidak hanya mencerminkan daya tarik film tersebut, tetapi juga menunjukkan perubahan signifikan dalam minat penonton terhadap film impor. Avatar: Fire and Ash merupakan bagian ketiga dalam waralaba yang diciptakan oleh James Cameron, yang sebelumnya telah mencuri perhatian penonton di seluruh dunia.
Film ini dibintangi oleh Sam Worthington dan Zoe Saldana, dua aktor yang sangat dikenal dalam franchise ini. Sejak hari pertama tayang pada tanggal 17 Desember 2025, film ini menunjukkan potensi besar dengan lebih dari 460 ribu penonton di awal penayangannya.
Jejak kesuksesan film Avatar: Fire and Ash di bioskop Indonesia
Dalam waktu tiga hari setelah penayangan, Avatar: Fire and Ash berhasil mencapai satu juta penonton, menempatkannya sebagai salah satu film terlaris saat itu. Dua film ini, termasuk Agak Laen: Menyala Pantiku!, bersaing ketat dalam perolehan penonton harian di bioskop.
Kenaikan jumlah penonton film ini tak lepas dari promosi yang intens dan strategi pemasaran yang tepat. Dengan visual yang megah dan cerita yang mendebarkan, Avatar: Fire and Ash telah menjadi magnet bagi masyarakat pecinta film.
Data menunjukkan bahwa pada tanggal 1 Januari 2026, film ini telah berhasil mengumpulkan hampir 250 ribu penonton, mempertahankan posisinya dalam daftar film terlaris. Kenaikan ini menggarisbawahi selera penonton yang kian beragam dan keinginan untuk menonton film berkualitas.
Kompetisi ketat antara film lokal dan impor di pasaran
Selain Avatar: Fire and Ash, film lokal juga menunjukkan performa yang impresif. Agak Laen 2, misalnya, mencetak prestasi gemilang dengan lebih dari 10 juta penonton pada tanggal 31 Desember 2025. Ini menjadi sorotan bahwa film lokal pun mampu bersaing dengan produksi besar dari luar negeri.
Perbandingan antara kedua film ini memberikan gambaran menarik mengenai preferensi penonton. Banyak yang berpendapat bahwa film lokal bisa bersaing dan tak kalah menarik jika diusung dengan cerita yang kuat dan penggarapan yang berkualitas.
Meskipun film impor seperti Avatar: Fire and Ash menarik penonton dengan efek visual yang canggih, film lokal mengedepankan cerita yang lebih dekat dengan kultur masyarakat. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing, menciptakan variasi yang kaya di dunia perfilman Indonesia.
Data penonton film-film terlaris di Indonesia
Menurut data yang dilansir oleh akun pemerhati film di sosial media, berikut adalah daftar enam film dengan jumlah penonton terbanyak pada hari tertentu. Ini menunjukkan bagaimana film-film ini mendapatkan tempat di hati masyarakat.
- Avatar Fire and Ash: +249.486 penonton, total 5.094.225
- Agak Laen Menyala Pantiku!: +181.332 penonton, total 10.183.645
- Dusun Mayit: +90.506 penonton, total 150.840
- Janur Ireng: +87.488 penonton, total 831.985
- MoDUAl Nekad: +61.329 penonton, total 116.917
- The SpongeBob Movie Search for SquarePants: +30.113 penonton, total 290.531
Data ini menggambarkan betapa berwarnanya industri perfilman saat ini, dengan adanya kompetisi yang semakin ketat antara film lokal dan impor. Hal ini tentunya memberikan peluang bagi sineas-sineas lokal untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan karya-karya mereka.














