Peran intelijen dalam memperkuat pengaruh suatu negara tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama dalam konteks Israel yang memiliki sejarah panjang terkait operasi rahasia. Salah satu tokoh legendaris dalam dunia intelijen Israel adalah Eli Cohen, yang dikenal dengan nama samaran Kamel Amin Thaabet. Kehadirannya di Suriah sebagai seorang pengusaha tekstil membawa dampak signifikan bagi peta politik dan keamanan regional.
Kisah Eli Cohen menggambarkan yang terbaik dan terburuk dari dunia spionase, di mana keberanian dan risiko berpadu dalam satu misi yang berbahaya. Sejak kecil, Cohen tumbuh di lingkungan Mesir sebelum direkrut oleh Mossad, badan intelijen Israel yang memiliki reputasi internasional dalam menjalankan misi-misi yang berani.
Cohen diberikan tugas untuk menyusup ke dalam struktur kekuasaan Suriah. Dengan identitas sebagai Kamel, dia berusaha membangun hubungan dengan para petinggi Suriah dan mengumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk melindungi Israel dari potensi ancaman.
Kedatangan Kamel di Suriah dan Strategi Penyusupan
Langkah awal Kamel untuk masuk ke Suriah dimulai dengan mengenali Jenderal Amin al-Hafez, yang saat itu menjabat sebagai atase militer di Argentina. Dengan kedok sebagai seorang pengusaha yang ingin berkontribusi untuk pembangunan kampung halaman, dia berhasil menarik perhatian al-Hafez, yang dikenal nasionalis. Melalui pendekatan ini, Kamel dibawa ke Suriah dan dikenalkan kepada lingkaran elite kekuasaan.
Jaringan yang dibangun Kamel berkembang pesat, hingga dia dikenal sebagai pengusaha sukses di industri tekstil Suriah. Kondisi politik dan sosial yang tidak stabil di Suriah saat itu memberi Kamel ruang untuk berinteraksi dengan kalangan atas tanpa menimbulkan kecurigaan. Disini, pertemuan informal dan pesta-pesta menjadi sarana terbaik untuk bertukar informasi.
Samantha Wilson mencatat bahwa di kalangan elit Suriah, banyak informasi berharga yang dipertukarkan dalam suasana relaksasi, seperti saat berpesta. Kamel memanfaatkan momen tersebut untuk memahami lebih dalam rencana dan kebijakan Strategis yang diambil oleh pemerintah Suriah, semua tanpa ada yang menyadari identitas aslinya.
Kepercayaan yang Diberikan dan Penemuan Rahasia Strategis
Seiring meningkatnya kepercayaan Jenderal al-Hafez terhadap Kamel, dia diberikan akses ke lokasi-lokasi strategis dan informasi sensitif tentang kekuatan militer Suriah. Kamel tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengumpulkan detail berharga yang bisa menjadi ancaman bagi Israel jika sampai ke tangan lawan. Semua informasi dikirimkan secara rahasia ke Mossad menggunakan kode morse saat malam hari.
Pada puncaknya, Kamel ditawari posisi sebagai Wakil Menteri Pertahanan Suriah. Tawaran ini merupakan pengakuan dari pemerintah Suriah atas posisi penting yang dimiliki Kamel dalam struktur kekuasaan di negara tersebut. Namun, di saat yang sama, Kamel merasa terjebak dalam situasi berisiko yang mengancam.
Setelah berkonsultasi dengan Mossad, dia memutuskan untuk menerima tawaran itu meski merasa cemas. Sayangnya, keputusan ini didahului oleh sebuah kesalahan fatal yang akan mengubah segalanya. Pada tahun 1965, Kamel terpergok sedang mengirim informasi rahasia, yang mengarah pada penangkapan dan penyiksaan yang brutal.
Dampak dari Penangkapan Eli Cohen dan Pembelajaran Strategis untuk Israel
Penangkapan Kamel Amin Thaabet pada tahun 1965 mengejutkan banyak pihak, terutama Jenderal al-Hafez, yang merasa dikhianati. Kejadian ini menyebabkan pergolakan dalam struktur militer Suriah dan dampak jangka panjang bagi posisi Suriah dalam konflik dengan Israel. Hasil spionase Cohen memberikan keuntungan strategis yang signifikan bagi Israel, yang mampu merespons ancaman dengan lebih efektif.
Setelah tertangkap, Kamel menghadapi hari-hari yang tragis, di mana dia disiksa tanpa henti. Tak hanya dia, tetapi juga orang-orang yang dikenalnya terpaksa menghadapi konsekuensi keras. Keterlibatan Kamel menciptakan reputasi yang berbahaya bagi Suriah, karena setiap langkah agresif yang diambil negara tersebut berujung pada kekalahan saat berperang dengan Israel.
Pada 18 Mei 1965, Eli Cohen dihukum gantung di depan publik, menandai akhir tragis bagi seorang agen spionase yang berjasa besar. Meski dia tewas, informasi yang beliau berikan tetap menjadi warisan yang berharga bagi Israel, memungkinkan mereka untuk menyusun strategi selama beberapa tahun ke depan. Ini menciptakan peluang bagi Israel untuk menghadapi tantangan dengan lebih siap, khususnya ketika Perang Enam Hari terjadi pada tahun 1967.














