Rosmauli menegaskan bahwa wajib pajak kini memiliki kemudahan dalam mengaktifkan akun Coretax dan melakukan pembuatan KO/SE secara mandiri. Proses ini dapat dilakukan dengan mengikuti panduan resmi yang telah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
“Wajib Pajak dapat melakukan aktivasi akun Coretax dan pembuatan KO/SE secara mandiri dengan mengikuti langkah-langkah pada tautan tutorial resmi,” jelas Rosmauli. Penjelasan ini disampaikan sebagai langkah untuk memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan mereka.
Tutorial yang diperlukan bisa diakses melalui situs resmi pajak.go.id, dan juga di akun media sosial resmi @DitjenPajakRI. Tautan khusus aktivasi Coretax juga disediakan untuk memudahkan proses ini.
Namun, DJP memahami bahwa tidak semua wajib pajak akan menemukan proses ini mudah. Beberapa mungkin menghadapi kendala teknis, terutama yang berkaitan dengan perubahan data yang diperlukan dalam sistem. Oleh karena itu, layanan pendampingan masih tersedia di kantor pajak untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Rosmauli mengimbau agar wajib pajak yang memerlukan bantuan teknis dapat memanfaatkan layanan di kantor pajak dengan bijak. Mengatur waktu kedatangan dengan baik akan membantu memastikan bahwa layanan tetap berjalan lancar dan antrean dapat dikelola dengan efisien.
Prosedur Aktivasi Akun Coretax dengan Mudah dan Cepat
Langkah pertama dalam proses aktivasi akun Coretax dimulai dengan mengakses tautan tutorial yang disediakan. Di sana, wajib pajak akan menemui panduan langkah demi langkah yang mudah dipahami.
Setelah menemukan panduan, wajib pajak diharapkan dapat mengikuti instruksi tersebut dengan teliti. Setiap langkah dirancang untuk memastikan proses aktivasi berjalan tanpa hambatan dan dapat dilakukan secara mandiri.
Apabila terdapat kendala selama proses tersebut, penting untuk tidak ragu untuk menghubungi layanan pendampingan. Keterbukaan DJP untuk memberikan assistensi menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung wajib pajak.
Dengan aktivasi yang tepat, wajib pajak akan dapat mengakses berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan oleh Coretax. Hal ini tidak hanya memudahkan tetapi juga mempercepat seluruh proses pelaporan pajak yang wajib dilakukan.
Secara keseluruhan, prosedur yang disederhanakan ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak wajib pajak untuk memanfaatkan sistem digital dalam pelaporan pajak mereka.
Pentingnya Pemahaman Teknologi untuk Wajib Pajak di Era Digital
Di era digital seperti sekarang, pemahaman teknologi menjadi sangat penting bagi wajib pajak. Dengan semakin banyaknya layanan perpajakan yang beralih ke format digital, kemampuan untuk menggunakan teknologi menjadi sebuah keharusan.
DJP terus berusaha untuk mempermudah akses informasi dan layanan perpajakan melalui platform digital. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan efisiensi dalam sistem perpajakan.
Namun, tidak semua wajib pajak terbiasa dengan penggunaan teknologi ini. Oleh karena itu, juga penting untuk memberikan edukasi dan pelatihan mengenai penggunaan platform digital yang ada.
Pemberian informasi melalui seminar atau workshop dapat menjadi solusi efektif untuk menjangkau wajib pajak yang membutuhkan bimbingan lebih. Ini juga akan membantu mengurangi tingkat kesalahan dalam pelaporan pajak yang dapat terjadi akibat kurangnya pemahaman.
Dengan kolaborasi antara DJP dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta ekosistem perpajakan yang lebih transparan dan efisien.
Dukungan Layanan Pendampingan di Kantor Pajak
Meskipun digitalisasi telah memberikan banyak kemudahan, layanan pendampingan langsung di kantor pajak tetap menjadi aspek penting. Banyak wajib pajak yang merasa lebih nyaman untuk mendapatkan informasi atau bantuan secara tatap muka.
Untuk itu, DJP membuka akses layanan pendampingan di berbagai kantor pajak. Hal ini disediakan untuk memastikan bahwa wajib pajak mendapatkan bimbingan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan setiap proses dan memenuhi kewajiban mereka.
Selama proses pendampingan, petugas pajak akan siap memberikan bantuan dan jawaban atas berbagai pertanyaan yang mungkin muncul. Para wajib pajak dapat mendapatkan penjelasan detail mengenai bagaimana menggunakan setiap fitur dalam sistem.
Penting bagi wajib pajak untuk merencanakan kunjungan ke kantor pajak sebaik mungkin. Dengan pengaturan waktu yang baik, diharapkan antrean dapat dikelola dengan efisien, sehingga setiap orang mendapatkan pelayanan yang optimal.
Dalam hal ini, komunikasi efektif antara DJP dan wajib pajak menjadi kunci untuk mencapai kelancaran dalam proses perpajakan.














