Aktris dan pembuat film terkenal asal Amerika Serikat, Angelina Jolie, baru-baru ini melakukan kunjungan ke perlintasan Rafah di perbatasan Mesir dan Jalur Gaza. Kehadirannya di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk menunjukkan perhatian global terhadap situasi yang semakin kompleks di kawasan tersebut.
Jolie, yang sebelumnya menjabat sebagai utusan khusus Badan Pengungsi PBB, datang untuk menilai keadaan di lapangan. Dengan latar belakang sebagai aktivis kemanusiaan, kunjungannya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan krisis yang terjadi di Gaza.
Pentingnya Kunjungan Dalam Menyuarakan Suara Kemanusiaan
Kunjungan Angelina Jolie di Rafah merupakan bagian dari upayanya untuk membantu mengatasi masalah global yang melanda. Dalam pernyataan resminya, ia menjelaskan bagaimana situasi di Gaza semakin terpuruk.
Laporan dari lokasi menunjukkan bahwa banyak barang bantuan, termasuk perlengkapan medis, tidak dapat masuk akibat kebijakan baru yang diberlakukan oleh Israel. Keputusan ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi oleh organisasi kemanusiaan yang berusaha memberikan bantuan di wilayah tersebut.
Jolie berbicara langsung dengan lembaga-lembaga kemanusiaan setempat tentang tantangan yang mereka hadapi. Ia menyampaikan betapa pentingnya untuk menyalurkan bantuan ke masyarakat yang sangat membutuhkannya dalam kondisi yang sulit.
Konsekuensi Kebijakan Pemblokiran Bantuan Internasional
Berdasarkan kebijakan Israel yang baru, operasional organisasi bantuan internasional akan dihentikan jika tidak memperbarui registrasi. Kebijakan ini mengharuskan organisasi untuk menyerahkan data pribadi staf mereka, sebuah langkah yang mengundang kritik dari berbagai kalangan.
Komunitas internasional telah menyuarakan keprihatinan atas keputusan ini. Beberapa negara telah memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza telah turun ke tingkat yang “katastropik”.
Menurut klaim yang disampaikan oleh pemerintah Israel, kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan bantuan oleh kelompok tertentu. Namun, banyak pihak, termasuk PBB, membantah adanya bukti yang mendukung klaim tersebut.
Cuaca Ekstrem Memperburuk Situasi di Gaza
Sementara itu, Gaza juga sedang menghadapi musim dingin yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga. Hujan deras dan suhu yang sangat rendah menambah beban bagi mereka yang sudah hidup dalam kondisi sulit.
Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa sedikitnya 20 orang tewas akibat runtuhnya bangunan ketika mereka berusaha mencari perlindungan dari cuaca buruk. Situasi ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi mereka yang tinggal di tenda darurat.
Selama kunjungannya, Jolie tidak hanya mengevaluasi kondisi di Rafah, tetapi juga bertemu dengan berbagai organisasi lokal. Dia membahas kemungkinan untuk mengirimkan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Gaza agar kondisi kehidupan masyarakat dapat segera pulih.














