PT Pertamina EP (PEP) Papua Field baru saja meraih pencapaian signifikan pada awal tahun 2026 melalui keberhasilan pengembangan sumur Salawati SLW-C4X. Sumur ini terletak di Formasi Kais, Kabupaten Sorong, dan telah menunjukkan performa produksi minyak yang melampaui ekspektasi awal yang ditargetkan sebesar 2.000 barel per hari (BOPD).
Menurut General Manager Zona 14, Dadang Soewargono, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan ketelitian teknis seluruh tim yang terlibat. Sumur SLW-C4X mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan ketahanan energi nasional.
Dalam pernyataannya, Dadang menggarisbawahi bahwa produksi yang melampaui 2.000 BOPD ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi industri hulu migas Indonesia, terutama di kawasan Timur. Ini merupakan kado awal tahun yang menggembirakan untuk seluruh pemangku kepentingan.
Sejarah dan Proses Pengembangan Sumur Salawati SLW-C4X
Sumur SLW-C4X mulai dibor pada tanggal 2 November 2025 menggunakan rig PDSI #11.2/N80B-M, menunjukkan perkembangan yang sangat cepat. Produksi pertama mulai mengalir pada 15 Desember 2025 dengan capaian awal sebesar 1.094 barel per hari.
Sejak mulai beroperasi, kinerja sumur ini menunjukkan tren positif dengan peningkatan yang berkelanjutan. Hal ini menjadi sinyal baik bagi para investor dan pemangku kepentingan di industri migas.
Setelah produksi perdana, total produksi PEP Papua Field juga meningkatkan jumlah produksinya secara signifikan. Pada 16 Desember 2025, produksi field meningkat menjadi 1.535 BOPD, yang terus bertumbuh hingga mencapai 1.800 BOPD pada akhir bulan tersebut.
Tren Positif Produksi Minyak di Sumur SLW-C4X
Tren positif dalam produksi minyak dari sumur SLW-C4X terus berlanjut hingga mencapai puncaknya pada 15 Januari 2026. Pada hari tersebut, produksi berhasil menembus angka 2.007 BOPD, sebuah pencapaian yang membuat banyak orang terkejut.
Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh lapangan ini, serta kemampuan tim dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada. Dengan pencapaian ini, harapan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional semakin nyata.
Pencapaian ini juga berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri seluruh tim PEP Papua Field dalam melanjutkan pengembangan proyek ke depan. Dengan optimisme ini, diharapkan produksi minyak dapat terus bertahan dalam jangka panjang.
Kinerja Pertamina EP dan PHE Zona 4 di 2025
Sebelumnya, PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Zona 4 juga mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025. Capaian produksi minyak mencapai 27.643 barel per hari, mengalami peningkatan sebesar 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian yang luar biasa ini menunjukkan bahwa kinerja operasional Zona 4 semakin solid dari tahun ke tahun. Hal ini didukung oleh inovasi teknologi serta kolaborasi semua fungsi di dalam organisasi.
Lonjakan produksi yang signifikan ini tidak terlepas dari penambahan data 3D Seismic. Implementasi strategi pengembangan lapangan yang agresif dan terintegrasi melalui program New Area Development (NAD) memberikan dampak positif yang nyata.














