Desainer legendaris asal Italia, Valentino Garavani, meninggal dunia pada usia 93 tahun, meninggalkan warisan yang tak terlupakan di dunia mode. Pendiri rumah mode Valentino ini mengembuskan napas terakhir di kediamannya yang nyaman di Roma, dikelilingi oleh orang-orang terkasih yang selalu mendukungnya sepanjang hidup.
Kabar duka ini disampaikan melalui unggahan di media sosial pribadi Valentino dan yayasannya, yang mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Prosesi penghormatan terakhir kepada Valentino akan digelar di Piazza Mignanelli, Roma, sebelum pemakamannya di Basilika Santa Maria degli Angeli e dei Martiri.
Ucapan duka juga mengalir dari berbagai tokoh penting di industri mode. Mantan direktur kreatif Valentino, Pierpaolo Piccioli, mengungkapkan kesedihannya dengan emoji hati patah, menandakan dampak besar yang ditinggalkan Valentino untuk dunia fashion.
Sepanjang kariernya, Valentino telah menjadi desainer favorit sejumlah selebritas papan atas, termasuk Jennifer Aniston dan Gwyneth Paltrow. Karyanya telah dikenakan dalam momen-momen penting yang mencerminkan keanggunan dan kemewahan yang luar biasa.
Perjalanan Karier Menakjubkan Valentino Garavani di Dunia Mode
Valentino Garavani lahir pada 11 Mei 1932 di Voghera, Italia. Sejak muda, ia menunjukkan bakatnya dalam desain, bersekolah di École des Beaux-Arts dan Chambre Syndicale de la Couture Parisienne di Paris.
Sebelum mendirikan rumah mode sendiri, Valentino magang di bawah desainer terkenal seperti Jacques Fath dan Balenciaga. Setiap pengalaman tersebut membentuk keahliannya dan membuatnya siap untuk meluncurkan karya-karya ikoniknya sendiri.
Pendirian rumah mode di Roma menjadi titik awal yang bersejarah. Kariernya mulai melejit ketika Jacqueline Kennedy memilih rancangan Valentino untuk acara-acara penting, termasuk untuk pernikahannya dengan Aristotle Onassis.
Setelah itu, nama Valentino menjadi sinonim dengan keanggunan, dan gaun merah ikonik yang dikenal sebagai “Valentino red” menjadi tren di kalangan fashionista. Valentino percaya bahwa tujuan utamanya adalah untuk membuat wanita merasa cantik, dan dia berhasil dalam visinya tersebut.
Warisan dan Penghargaan Sepanjang Karier Valentino
Valentino tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga menerima berbagai penghargaan bergengsi atas kontribusinya. Di antaranya adalah Chevalier de la Légion d’honneur yang diterimanya dari pemerintah Prancis.
Pada tahun 2008, Valentino pensiun dari dunia fashion, mengungkapkan keinginan untuk pergi saat puncak ketenarannya. Momen peragaan busana terakhirnya di Musée Rodin, Paris, menjadi peristiwa emosional bagi banyak orang yang hadir.
Sejumlah selebriti seperti Blake Lively dan Uma Thurman juga mengungkapkan perasaan mereka, menyebut Valentino sebagai salah satu desainer terhebat sepanjang masa. Karya serta visinya dalam mode akan tetap hidup dalam ingatan banyak orang.
Meski telah tiada, inspirasi yang diberikan Valentino akan terus menyiratkan pengaruhnya di dunia fashion, di mana karya-karyanya masih relevan hingga saat ini. Ia telah meninggalkan jejak yang dalam bagi generasi desainer selanjutnya.
Valentino: Seorang Ikon yang Meninggalkan Jejak Abadi
Sepanjang hidupnya, Valentino tidak hanya dikenal sebagai desainer genius, tetapi juga sebagai sosok yang membawa keanggunan dalam setiap karya. Hubungannya dengan pasangannya, Bruce Hoeksema, yang telah terjalin sejak tahun 1982, menunjukkan sisi kehidupan pribadinya yang penuh cinta dan komitmen.
Kehilangan Valentino menandai berakhirnya satu era gemilang dalam dunia mode, yang penuh dengan inovasi dan gaya. Namun, sebanyak ia telah berkontribusi di panggung global, warisannya sebagai desainer akan abadi.
Banyak yang akan terus mengenang Valentino bukan hanya dengan karyanya, tetapi juga dengan prinsip-prinsip desain yang ia junjung tinggi. Cita-citanya untuk membuat wanita merasa cantik menjadi motivasi utama dalam setiap rancangan yang dihasilkan.
Reaksi dunia mode yang berduka akan menghadirkan sorotan baru terhadap karya-karya Valentino. Sejumlah peragaan busana dan penghargaan diharapkan akan mengingat kembali crowning achievement-nya, memenuhi panggung dengan sentuhan gaya Valentino.














