Umi Pipik merasa sangat bahagia dengan kelahiran cucunya yang pertama, Elara Mahakalila, buah hati dari Adiba Kanza dan Egy Maulana Vikri. Perasaan ini melengkapi momen berharga dalam hidupnya sebagai seorang nenek.
Elara yang merupakan cucu perempuan pertama Umi Pipik ini memiliki makna yang dalam bagi keluarga. Umi Pipik mengaku tidak ikut campur dalam penentuan nama dan mempercayakannya sepenuhnya kepada orang tua Elara.
“Saya tidak terlibat dalam pemilihan nama. Yang terpenting adalah nama itu mempunyai makna,” ujar Umi Pipik di sebuah acara di Kemang, Jakarta Selatan. Dia menekankan bahwa nama harus memiliki nilai dalam konteks Islami.
Makna Dalam Nama Cucunya yang Pertama
Umi Pipik menjelaskan arti dari nama cucunya, Elara Mahakalila. Menurutnya, Elara berarti wanita yang bersinar dan Mahakalila berarti dicintai selamanya oleh orang-orang di sekitarnya.
Umi Pipik merasa bahwa nama Elara sangat tepat dan penuh makna. Dia berharap cucunya kelak dapat membawa kebahagiaan dan cinta bagi banyak orang.
Nenek ini juga merasakan kedekatan emosional ketika memikirkan nama cucunya. Ia percaya bahwa nama itu akan mengarahkan Elara pada kehidupan yang penuh cinta dan kebahagiaan.
Kesamaan Wajah Antara Elara dan Ibunya
Saat pertama kali melihat Elara, Umi Pipik merasakan kerinduan pada masa lalu ketika ia merawat Adiba saat masih bayi. Menurutnya, Elara sangat mirip dengan ibunya saat kecil.
“Cucu saya ini sangat mirip dengan Adiba waktu kecil,” kata Umi Pipik sambil tersenyum. Dia mengungkapkan bahwa kesamaan fisik ini sangat terlihat, mulai dari warna kulit hingga bentuk wajah.
Umi Pipik melanjutkan, “Dari chubby-nya, semuanya mirip. Kulitnya pun sangat putih.” Kenangannya akan masa lalu kembali terasa nyata saat menimang cucunya yang baru lahir itu.
Perasaan Umi Pipik Sebagai Seorang Nenek
Bagi Umi Pipik, menjadi seorang nenek bukan hanya sekadar gelar. Ini adalah sebuah tanggung jawab dan kebahagiaan baru dalam hidupnya.
Dia bertekad untuk selalu mendukung dan mencintai Elara seperti yang dilakukannya kepada Adiba. Kehadiran Elara menjadi pengingat akan tugas dan perannya sebagai nenek yang penuh kasih.
Umi Pipik mengungkapkan bahwa dia ingin membina hubungan yang erat dengan cucunya. Dengan harapan, Elara akan merasakan cinta dan perhatian yang tulus dari neneknya.














