Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman seorang selebgram muda, Lula Lahfah, di tempat pemakaman umum di Jakarta Timur. Dalam momen yang penuh kesedihan ini, keluarga dan kerabat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah pergi selamanya.
Rasa kehilangan yang mendalam menyelimuti hati ayahnya, Muhammad Feros, yang berusaha keras untuk tegar di tengah duka. Ia menyatakan bahwa meskipun semua yang terjadi adalah takdir Tuhan, rasa pedih tetap ada dalam diri mereka.
“Kita memang percaya pada Allah, tetapi Dia lebih sayang padanya,” ungkapnya setelah pemakaman. Sebuah pengakuan yang menunjukkan kedalaman cinta dan kesedihan seorang ayah kepada putrinya.
Kenangan Indah Bersama Lula Lahfah
Lula dikenal sebagai sosok yang hangat dan selalu peduli terhadap orang-orang di sekelilingnya. Muhammad Feros mengenang putrinya sebagai anak yang tidak hanya penurut, tetapi juga pengurus yang memprioritaskan kebahagiaan keluarga.
Di matanya, Lula adalah pribadi yang baik hati, baik kepada keluarga maupun teman-temannya. “Dia selalu berusaha membuat orang lain bahagia, dan hal itu bisa terlihat dari banyaknya orang yang datang memberikan penghormatan,” jelasnya.
Kehadiran banyak pelayat dalam pemakaman Lula menggambarkan seberapa besar cinta yang diberikan oleh orang-orang di sekelilingnya. Mereka semua berkumpul untuk menunjukkan rasa sayang dan kehilangan yang mendalam terhadap sosok Lula.
Kesehatan yang Menjadi Beban Berat
Di balik sikapnya yang ceria, Lula ternyata menyimpan rasa sakit yang tidak banyak diketahui orang. Muhammad Feros mengungkapkan bahwa putrinya memiliki riwayat penyakit asam lambung yang cukup serius dan pernah mengalami pembengkakan usus.
Sayangnya, Lula lebih memilih untuk menyembunyikan keluhannya dan tidak memberitahu keluarganya. Hal ini membuat keluarga merasa tidak dapat berbuat banyak dalam proses pengobatan yang mungkin bisa membantu kondisinya.
“Saya baru tahu bahwa dia sering mengeluh sakit perut kepada teman-temannya, bukan kepada kami,” kata Muhammad Feros dengan nada penuh penyesalan. Sikap Lula yang tidak mau membebani orang lain menjadi salah satu kenangan mendalam bagi sang ayah.
Persepsi Terhadap Kemanusiaan dan Cinta
Dalam kehidupan sehari-hari, Lula dikenal dengan karisma yang membuat banyak orang merasa nyaman di sekitarnya. Ia memiliki kemampuan untuk merangkul banyak orang dengan sikapnya yang tulus dan hangat.
Melihat banyaknya pelayat yang hadir, Muhammad Feros merasa bangga akan anaknya yang telah meninggalkan jejak kebaikan. “Alhamdulillah, dia dapat meninggalkan kenangan indah di hati setiap orang,” tuturnya dengan penuh haru.
Keluarga mengingat Lula bukan hanya sebagai seorang anak, tetapi juga sebagai sosok yang sangat menghargai persahabatan dan kasih sayang. Kebaikan yang dia tebarkan menjadi warisan yang akan dikenang selamanya.













