Denada baru-baru ini menarik perhatian publik melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya. Dalam video tersebut, ia secara tegas mengakui bahwa Ressa Rossano adalah anak kandungnya, sekaligus menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada anaknya.
Perasaan penyesalan dan keinginan untuk berhubungan kembali dengan putranya tampak jelas dalam pernyataannya. “Saya meminta maaf kepada Ressa karena dia tidak hidup bersama saya sejak bayi,” ungkapnya dalam video yang disebarluaskan pada hari Senin.
Di dalam video tersebut, Denada juga menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk tidak merawat Ressa saat masih baru lahir. Ia menyatakan bahwa kondisi mentalnya saat itu tidak memungkinkan untuk mengasuh anak.
Pengakuan dan Penyesalan Seorang Ibu Terhadap Anaknya
Dalam momen emosional ini, Denada menjelaskan rasa penyesalannya yang mendalam. “Saya baru saat ini memberi tahu Ressa bahwa saya adalah ibu kandungnya. Itu adalah kesalahan saya yang besar,” tuturnya. Ia mengenang waktu yang hilang dalam proses membangun hubungan dengan putranya.
Denada secara terbuka mengakui bahwa ia merasa tidak layak sebagai seorang ibu ketika harus melepaskan Ressa. “Saya berharap Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya dengan segala kekurangan yang ada,” katanya penuh harap.
Pernyataan ini menunjukkan ketulusan hatinya dalam meminta maaf bukan hanya kepada Ressa, tetapi juga kepada semua orang terdekatnya yang terdampak oleh keputusannya di masa lalu. “Saya berdoa agar Allah mengampuni semua dosa dan kekhilafan saya,” ungkapnya dengan nada penuh haru.
Pentingnya Meminta Maaf dalam Hubungan Keluarga
Permintaan maaf Denada juga diperluas kepada ibunya yang telah meninggal, Emilia Contessa. Ia menyadari bahwa tindakan dan keputusan di masa lalu mungkin telah melukai banyak orang termasuk keluarganya. “Saya juga minta maaf pada almarhumah mama dan semua adik-adik saya,” katanya.
Permintaan maaf dalam konteks keluarga sangat penting untuk memperbaiki hubungan yang mungkin telah rusak. Dalam banyak kasus, pengakuan dan pengertian menjadi langkah awal untuk penyelesaian dan rekonsiliasi.
Denada menyampaikan sebuah pelajaran berharga, bahwa tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan. Hal ini bisa menjadi titik awal untuk membangun kembali kepercayaan dan hubungan keluarga yang lebih baik.
Ressa Ini Ingin Merasakan Pelukan Ibu Kandungnya
Ressa Rossano, pada kesempatan lain, mengungkapkan apa yang diharapkannya dari Denada. “Ibu, Ressa cuma pengin peluk,” ujar Ressa dengan mata berkaca-kaca dalam sebuah tayangan TV, mengekspresikan kerinduan yang sudah lama terpendam.
Tindakan Ressa yang ingin merangkai kembali hubungan ini menunjukkan besarnya kekuatan kasih sayang seorang anak. Ia tidak ingin diboikot atau dijauhi hanya karena masalah yang ada di antara mereka.
Keinginan Ressa untuk dipeluk memberikan gambaran jelas tentang betapa mendalamnya cinta dan rasa rindu yang ia rasakan terhadap ibunya. Menjadi sebuah harapan bagi semua untuk melihat mereka berdua bisa bersatu kembali.
Kesadaran Ressa untuk Tidak Membuat Denada Diboikot
Dalam perbincangan yang lebih mendalam, Ressa menegaskan bahwa dirinya tidak ingin melihat Denada diboikot oleh industri hiburan. “Ini bukan permintaan saya, dan saya tidak ingin ibu saya terjebak dalam situasi sulit,” kata Ressa.
Posisi Ressa yang ingin menjaga Denada menunjukkan kedewasaan dalam berpikir dan kepedulian yang mendalam. Ia menyadari bahwa di balik status sebagai ibu dan anak, ada hubungan darah yang tidak bisa diabaikan.
Tindakan Ressa ini menggambarkan bahwa meskipun ada kesulitan dalam komunikasi, harapan untuk membangun kembali hubungan selalu ada. Ini adalah langkah positif untuk menunjukkan bahwa kasih sayang keluarga seharusnya menjadi prioritas di atas segala masalah lainnya.














