Di balik keramaian dan glamornya dunia hiburan, terdapat kisah inspiratif dari Miss Indonesia Banten 2022, Diva Andzani. Dikenal sebagai sosok yang peduli, Diva aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, terutama saat ia mendirikan komunitas Peace Love untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Baru-baru ini, Diva menggelar acara berjudul “Menghadirkan Harapan, Memanusiakan Sesama” yang ditujukan untuk orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ. Kegiatan ini diadakan di Yayasan Bagus Mandiri Insani, Palembang, Sumatra Selatan, yang menampung sekitar 350 penghuni, termasuk ODGJ, gelandangan, dan orang-orang terlantar.
Diva bersama tim Peace Love mengadakan berbagai kegiatan sederhana namun penuh makna. Dengan makan bersama, merangkai bunga, bernyanyi karaoke, dan bermain gim interaktif, mereka menciptakan suasana hangat yang penuh tawa dan kebahagiaan bagi para penghuni yayasan.
Keterlibatan Diva Andzani dalam Kegiatan Sosial
Diva Andzani tidak menganggap ini sebagai tugas ringan. Ia mengajak rekan-rekannya, seperti Miss Indonesia Sumatera Selatan 2022, Audra Nabila Kasanopha, dan Miss Indonesia Sumatera Selatan 2024, Mareta Aulia, untuk bergabung dalam misi kemanusiaan ini. Kolaborasi ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari sesama untuk mencapai tujuan mulia tersebut.
Kehadiran Mareta Aulia, seorang dokter, membawa dampak besar dalam kegiatan ini. Ia melakukan pemeriksaan kesehatan untuk para penghuni yayasan, yang sangat membantu dalam mendukung kesejahteraan mereka. Dukungan medis ini menambah dimensi baru dalam karya amal yang mereka jalani.
Menciptakan pengalaman positif bagi ODGJ tidaklah tanpa tantangan. Diva mengakui bahwa ada rasa khawatir sebelum kegiatan dimulai, terutama terkait dengan stabilitas emosi para penghuni. Namun, keberanian mereka untuk terlibat dalam kegiatan ini membuahkan hasil yang memuaskan.
Menciptakan Suasana Hangat di Tengah Tantangan
Kegiatan yang dilakukan oleh Diva dan tim tidak hanya meningkatkan semangat penghuni namun juga menjalin hubungan yang lebih baik antar manusia. Melalui tawa dan kegiatan interaktif, para penghuni merasa diperhatikan dan dihargai. Ini adalah hal yang mungkin jarang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini juga menjadi pelajaran penting bagi semua peserta tentang makna kemanusiaan. Mereka belajar untuk saling menghargai dan mengerti, tidak peduli latar belakang atau keadaan masing-masing. Kegiatan ini merupakan pengingat bahwa setiap individu layak mendapatkan perhatian dan kasih sayang.
Diva berbagi bahwa meskipun sempat merasa cemas sebelum kegiatan tersebut, pengalaman yang didapat sangat berharga. Ia menyadari bahwa setiap usaha kecil dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang, terutama bagi mereka yang terpinggirkan.
Menghadapi Ketakutan dan Meyakinkan Diri Sendiri
Pada awalnya, Diva mengungkapkan kekhawatiran tentang interaksi dengan ODGJ. Dalam kegiatan amal sebelumnya, mereka biasa bekerja dengan anak-anak yatim dan panti jompo yang lebih terstruktur. Namun, berhadapan dengan ODGJ membuka perspektif baru bagi mereka.
Kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu kunci keberhasilan kegiatan ini. Diva dan tim belajar bahwa ketakutan yang mereka rasakan bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat dan sikap empati. Ini adalah tindakan berani yang memberi dampak positif bagi kedua belah pihak.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik bagi Diva dan rekan-rekannya. Mereka menyadari bahwa ketulusan niat dan kehadiran seseorang dapat membawa harapan dan kebahagiaan meskipun dalam keadaan yang sulit. Kegiatan ini merupakan awal dari kerja sama yang lebih luas di masa depan.














