Taiwan saat ini tengah bersiap menghadapi ancaman dari Topan Fung-wong yang diperkirakan akan melanda wilayah barat daya pulau tersebut pada Rabu mendatang. Meskipun kekuatan badai ini mulai mereda setelah melintasi Filipina, curah hujan ekstrem yang dihasilkan masih dapat menimbulkan bencana seperti banjir dan tanah longsor di daerah pegunungan timur Taiwan.
Pemerintah Taiwan telah mengambil langkah-langkah preventif dengan mengeluarkan peringatan darurat dan mengevakuasi lebih dari 3.000 warga dari daerah-daerah yang berisiko terkena dampak serius. Badan Cuaca Sentral Taiwan memprediksi bahwa Topan Fung-wong akan menyentuh daratan di sekitar kota pelabuhan utama, Kaohsiung, sebelum bergerak ke bagian selatan pulau dan kemudian keluar ke Samudra Pasifik.
Sebelumnya, topan ini telah menimbulkan kerusakan di Filipina, di mana enam orang dilaporkan tewas akibat badai ini. Kini, setelah bergerak dari perairan Luzon, Fung-wong membawa ancaman hujan lebat yang akan mengancam keselamatan masyarakat di Taiwan.
Tindakan Darurat Pemerintah Taiwan dalam Menghadapi Topan
Pemerintah Taiwan segera mengeluarkan perintah evakuasi terhadap penduduk di sejumlah daerah, termasuk kota Guangfu di Hualien yang sebelumnya telah terdampak banjir besar. Pada malam Selasa, telah tercatat sekitar 3.337 orang di beberapa wilayah, seperti Hualien, Taitung, Yilan, dan Kaohsiung, yang telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Pihak berwenang juga mengumumkan penutupan sekolah dan kantor pemerintahan di beberapa wilayah untuk menghindari risiko yang mungkin timbul akibat badai ini. Penutupan tersebut mulai berlaku pada Selasa dan diharapkan dapat melindungi warga dari bahaya yang lebih besar.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengajak seluruh masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak bepergian ke daerah rawan seperti pegunungan atau pantai. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dan berharap semua warga mengikuti anjuran tersebut demi kebaikan bersama.
Peringatan Cuaca Ekstrem di Wilayah Timur dan Selatan Taiwan
Badan Meteorologi Taiwan telah mengeluarkan peringatan bahwa curah hujan di wilayah timur dan selatan bisa mencapai tingkat yang ekstrem. Wilayah pegunungan di kawasan ini sangat rentan terhadap tanah longsor, sehingga otoritas telah menyiapkan tim penyelamat untuk menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi.
Meski Topan Fung-wong mengalami penurunan kecepatan angin, para ahli cuaca memperingatkan bahwa ancaman terbesar bagi Taiwan berasal dari hujan deras yang berkelanjutan. Dengan kondisi cuaca yang mulai memburuk, kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul.
Seiring dengan pergerakan badai mendekati Taiwan, ekor sistem cuaca akan membawa massa udara lembap dari laut yang dapat memperburuk situasi di pesisir. Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang.
Risiko Banjir dan Tanah Longsor Akibat Topan Fung-wong
Para ahli sebelumnya telah menyatakan kekhawatiran akan potensi banjir bandang dan tanah longsor yang diakibatkan oleh hujan yang terus-menerus. Oleh karena itu, warga diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh pihak berwenang.
Otoritas setempat juga telah melakukan langkah-langkah preventif dengan memperkuat tanggul di sejumlah sungai utama. Ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko banjir yang bisa muncul akibat curah hujan ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga hari Kamis.
Dengan segala antisipasi yang telah dilakukan, pemerintah tetap siaga menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi akibat cuaca buruk ini. Keberadaan tim penyelamat dan upaya perlindungan infraÂstruktur menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat selama topan berlangsung.














