Proses sertifikasi halal di Indonesia menjadi topik yang semakin penting dan mendesak bagi pelaku usaha. Menurut pernyataan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan, semua produk makanan dan minuman wajib memiliki sertifikat halal paling lambat pada 18 Oktober 2026. Hari itu bukan hanya sebagai tenggat waktu, tetapi juga sebagai peringatan bagi produsen untuk melakukan persiapan yang matang.
Dalam beberapa waktu terakhir, BPJPH terus melakukan sosialisasi mengenai peraturan ini kepada berbagai kalangan usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan adanya peraturan ini, diharapkan semua pihak dapat memahami pentingnya sertifikasi halal untuk produk yang mereka hasilkan.
Haikal menjelaskan bahwa salah satu tujuan dari sertifikat halal adalah untuk memberikan jaminan kepada konsumen mengenai status kehalalan suatu produk. Sebagai konsumen, mereka berhak mendapatkan informasi jelas dan akurat tentang produk yang mereka beli.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa produk non-halal juga perlu dicantumkan dalam kemasan dengan jelas. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang yang mengatur tentang pelabelan produk makanan dan minuman. Jangan sampai konsumen tidak mendapatkan informasi yang benar, karena kesalahan informasi bisa berakibat fatal.
Jika produsen tidak mencantumkan label non-halal pada produk yang tidak memenuhi syarat kehalalan, mereka akan menghadapi sanksi, termasuk surat peringatan hingga penarikan produk dari peredaran. Ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam menegakkan peraturan ini dan memastikan bahwa pasar memenuhi standar kehalalan.
Pentingnya Sertifikasi Halal bagi UMKM dan Ekonomi Indonesia
Sertifikasi halal menjadi keharusan bukan hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga untuk pelaku UMKM. Berdasarkan amanat dari UU nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, semua produk yang beredar di Indonesia harus memenuhi kriteria tertentu. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan usaha yang sehat dan kompetitif.
Kepala BPJPH menegaskan bahwa sertifikasi halal dapat menjadi alat untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional. Dengan memiliki sertifikat halal, produk dari UMKM akan lebih mudah diterima oleh konsumen, terutama di pasar yang memang memiliki permintaan tinggi akan produk-produk halal.
Strategi pengembangan bisnis yang mematuhi regulasi halal tidak hanya berdampak positif bagi perusahaan, tetapi juga bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Hal ini bisa menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan bagi banyak orang.
Selama ini, pelaku UMKM sering kurang memperhatikan aspek sertifikasi ini karena menganggapnya rumit dan mahal. Namun, dengan adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai audiensi yang dilakukan BPJPH, diharapkan pemahaman tentang sertifikasi halal dapat terbentuk dengan baik di kalangan pengusaha kecil.
Pendidikan dan sosialisasi terhadap para pelaku usaha menjadi kunci dalam keberhasilan program ini. Pemerintah melalui BPJPH berkomitmen untuk membantu pelaku usaha dalam proses sertifikasi agar mereka tidak merasa tertekan dengan berbagai regulasi baru yang ada.
Peran BPJPH dalam Mendorong Sertifikasi Halal
BPJPH memiliki peranan penting dalam mensosialisasikan dan memfasilitasi proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Mereka mengorganisir berbagai seminar, workshop, dan pelatihan untuk membantu meningkatkan pemahaman tentang kehalalan produk. Kegiatan ini bukan hanya bermanfaat untuk memberikan informasi, tetapi juga untuk menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin dimiliki oleh pelaku usaha.
Pihak BPJPH juga berkomitmen untuk memberikan bimbingan kepada pelaku usaha kecil tentang cara memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dalam kerangka ini, mereka memfasilitasi komunikasi antara pelaku usaha dan lembaga sertifikasi untuk memperlancar proses menjadi bersertifikat halal.
Bukan hanya itu, BPJPH juga membantu dalam menyusun berbagai kebijakan yang berorientasi pada kemudahan akses bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikasi. Hal ini penting untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi sehingga usaha dapat segera berjalan.
Program dan inisiatif ini tidak hanya menjadi tangga untuk menaikan angka sertifikasi halal, tetapi juga untuk menciptakan kesadaran yang lebih besar di kalangan masyarakat umum. Dengan meningkatnya pengetahuan tentang kehalalan, diharapkan permintaan dari konsumen juga akan meningkat, memberikan dampak positif bagi industri.
Secara keseluruhan, BPJPH berupaya menegaskan posisinya sebagai lembaga yang mendorong terciptanya ekosistem usaha yang aman, adil, dan berkualitas. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk menciptakan budaya yang menghargai kehalalan sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Menjawab Tantangan Global dengan Kehalalan
Dunia kini semakin terhubung dan globalisasi membawa sejumlah tantangan bagi industri makanan dan minuman di Indonesia. Dalam konteks ini, sertifikasi halal dapat menjadi alat diferensiasi yang kompetitif di pasar internasional. Hal ini menawarkan nilai tambah bagi bisnis Indonesia yang ingin menjangkau pelanggan di berbagai belahan dunia.
Di negara-negara dengan populasi Muslim yang besar, seperti Timur Tengah, produk bersertifikat halal memiliki permintaan yang sangat tinggi. Dengan mematuhi standar halal, produk Indonesia bisa membuka kesempatan untuk ekspor yang lebih luas. Ini tentunya juga akan meningkatkan reputasi produk local di mata dunia.
Mengantisipasi perkembangan ini, sudah saatnya setiap pelaku usaha menyusun strategi jangka panjang yang mencakup sertifikasi halal sebagai bagian dari visi bisnis mereka. Dengan cara ini, mereka tidak hanya bersaing di pasar lokal tetapi juga dapat menembus pasar global yang lebih besar.
Oleh karena itu, sertifikasi halal harus dianggap sebagai investasi, bukan sebagai beban. Upaya untuk mendapatkan sertifikasi ini tidak hanya akan menguntungkan secara finansial bagi pelaku bisnis tetapi juga memberikan jaminan bagi konsumen. Keberlanjutan usaha pun semakin terjaga.
Kesimpulannya, penerapan sertifikasi halal yang efektif di seluruh sektor industri makanan dan minuman sangatlah penting. Ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menjawab tantangan global dengan bijak. Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik untuk industri ini.














